tidak ada yang mengetahui kapan waktu itu akan datang kecuali Allah, Dzat yang maha mengetahui. berfikirkah manusia untuk menghadapi kematian? apa mereka pikir mereka memiliki banyak amalan yang baik sehingga mereka bersenang-senang dan bertenang-tenang ria di dunia??
ketika, kita sebagai manusia yang masih bernyawa, mendengar atau sampai melihat manusia yang lainya bertemu dengan ajalnya. apakah hati kita tidak bergetar?? sesombong dan secongkak itukah hati manusia sehingga mereka tidak peduli akan peringatan-peringatan yang ada di sekelilingnya. semoga Allah tetap dalam ingatan kita sehingga kita bukan termasuk orang-orang yang lalim.
innailahi wainnailahi rajiun..
telah berpulang ke Rahmatullah seseorang yang adalah paman dari sahabat dekat saya.
suasana duka sangat terasa disini. bagaimana tidak, akupun yang bukan siapa-siapa ikut hanyut didalamnya. banyak sekali fikiran di dalam otak saya. seperti ada tamparan dari dalam diri saya. dan itu membuat saya semakin bergetar. bagaimana jika saya menjadi keluarga yang ditinggalkan, dan bagaimana pula jika saya yang harus meninggalkan??
perasaan seperti ini, guncangannya lebih dahsyat daripada kita melihat atau mendengar berita tsunami, bom atau apapun itu yang baru-baru ini ditakuti.
maha suci Allah dengan segala ketentuanya.
Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosanya, ijinkanlah ia kembali kepadamu dengan keadaan yang baik, seperti kembalinya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, terimalah semua amalan-amalan baiknya dan berikanlah kesabaran kepada orang-orang yang ditinggalkanya. sesungguhnya Engkau maha mengetahui serta maha pengampun lagi maha penyayang. Amin.
Nb : hidup di dunia hanya berlangsung dalam hitungan tahun, maka apa kita sebagai makhluk yang diberi akal mau menukarnya dengan kehidupan akhirat yang kekal??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar