Selasa, 19 April 2011

kematian itu nyata

Dan pada akhirnya manusia akan kembali kepada sang pencipta. ya, kematian memang sesuatu yang mutlak yang pasti setiap manusia akan merasakanya.
tidak ada yang mengetahui kapan waktu itu akan datang kecuali Allah, Dzat yang maha mengetahui. berfikirkah manusia untuk menghadapi kematian? apa mereka pikir mereka memiliki banyak amalan yang baik sehingga mereka bersenang-senang dan bertenang-tenang ria di dunia??
ketika, kita sebagai manusia yang masih bernyawa, mendengar atau sampai melihat manusia yang lainya bertemu dengan ajalnya. apakah hati kita tidak bergetar?? sesombong dan secongkak itukah hati manusia sehingga mereka tidak peduli akan peringatan-peringatan yang ada di sekelilingnya. semoga Allah tetap dalam ingatan kita sehingga kita bukan termasuk orang-orang yang lalim.

innailahi wainnailahi rajiun..
telah berpulang ke Rahmatullah seseorang yang adalah paman dari sahabat dekat saya.
suasana duka sangat terasa disini. bagaimana tidak, akupun yang bukan siapa-siapa ikut hanyut didalamnya. banyak sekali fikiran di dalam otak saya. seperti ada tamparan dari dalam diri saya. dan itu membuat saya semakin bergetar. bagaimana jika saya menjadi keluarga yang ditinggalkan, dan bagaimana pula jika saya yang harus meninggalkan??
perasaan seperti ini, guncangannya lebih dahsyat daripada kita melihat atau mendengar berita tsunami, bom atau apapun itu yang baru-baru ini ditakuti.
maha suci Allah dengan segala ketentuanya.
Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosanya, ijinkanlah ia kembali kepadamu dengan keadaan yang baik, seperti kembalinya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, terimalah semua amalan-amalan baiknya dan  berikanlah kesabaran kepada orang-orang yang ditinggalkanya. sesungguhnya Engkau maha mengetahui serta maha pengampun lagi maha penyayang. Amin.


Nb : hidup di dunia hanya berlangsung dalam hitungan tahun, maka apa kita sebagai makhluk yang diberi akal mau menukarnya dengan kehidupan akhirat yang kekal??





Minggu, 17 April 2011

Ya Allah, Terimakasih..

Alhamdulillahirrabbil'alamin.. solawat serta salam saya panjatkan untuk Nabi Muhammad S.A.W, keluarga, dan para sahabatnya yang setia menemaninya.

segala puji bagi Allah yang Maha sempurna, yang telah memberi saya pemikiran-pemikiran yang baru, pemikran-pemikiran yang selama ini tidak pernah terlintas di kepala saya.
saya seolah diperlihatkan oleh dosa-dosa yang jika diruntuhkan kepada saya, maka terkuburlah tubuh ini oleh runtuhanya..:'(
dan sungguh, saya sangat takut jika roh sudah sampai pada tenggorokan manakala saya belum memohon ampun.
kemarin saya adalah termasuk orang-orang yang melampaui batas, padahal Allah sangat tidak menyukai orang-orang seperti itu. maka, ampuni saya dan masukan saya kedalam orang-orang yang beriman.
masalah cinta, keluarga membuat saya menjadi orang-orang yang melampaui batas karena saya pikir dengan seperti itu saya bisa mengatasi segalanya dan saya melupakan sang pemberi segalanya.
saya selalu mengeluh, saya selalu menangis karena mengeluh. dan ternyata kesenangan itu tidak membuat semua masalahku selesai karena semuanya hanya sekejap saja.
saya menjalani hidup seakan saya dapat hidup seribu tahun lagi, padahal jika kita renungkan, untuk waktu 10tahun yang akan datang saja saya tidak yakin jika saya masih deberi umur saya masih menjadi saya yang sekarang. fisik mutlak akan berubah. itu pasti dan tidak bisa dipungkiri.

alhamdulillah, berkat cintanya Allah terhadap hambanya, maka Ia membuat hati saya tergerak.
malam itu, tepat ulangtahun ke 20. hati saya gelisah, saya merasa seolah dikejar-kejar oleh sesuatu. airmatapun menetes. baru kali ini saya meneteskan airmata di hari ulangtahun saya. berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dirayakan dengan tawa bukan dengan tangis.
tiba-tiba rasa ingin menutupi diri hadir, rasa ingin mengulurkan jilbab muncul. entah mengapa. tiba-tiba saja terjadi. awalnya saya khawatir ketika jilbab saya kenakan maka semua akan menjauhi saya dan sempat saya mengirimkan pesan singkat kepada 2 sahabat saya yang isinya adalah saya bertanya bagaimana jika saya berjilbab? dan jawaban mereka sangat memuaskan hati saya.
hati saya bergetar ketika jilbab ku kenakan dan saya berjalan sangat mantap memamerkan kepada semua perihal keimanan saya.
perasaan saya seperti orang yang sedang jatuh cinta, dan tiba-tiba dengan sendirinya saya yang biasanya adalah seorang perempuan yang tidak bisa diam, namun seperti sulap semua berubah. aku mutlak menjadi orang yang tidak banyak bicara. itulah, ketika Allah mengatakan "jadi", maka "terjadilah".

jilbab, dan keimanan seperti heroin yang telah membuat saya ketagihan. jujur, baru kali ini saya menanti-nanti waktu solat. ya Allah, ampuni segala dosa-dosa saya terdahulu.
saya merasakan seperti orang yang sedang jatuh cinta. saya juga tidak mengerti. saya merasa tidak ada lagi yang saya butuhkan. cukuplah dengan Allah saja yang senantiasa mendampingi saya.
karena saya yakin sekali Allah tidak akan pernah meninggalkan saya, sekalipun saya melakukan kesalahan terbesarpun. maha suci Allah dengan segala kebesaranNya.

saya merasa Allah sangat mencintai saya, Ia tidak pernah meninggalkan saya. Ia yang membuat hati saya tenang, Ia yang mengusir semua kegelisahan. Ia yang memberikan petunjuk ketika saya kebingungan. lalu, apalagi yang saya butuhkan, ketika saat ini dan seterusnya saya hanya butuh Allah sebagai penuntunku?
terlalu sombong jika saya selalu menentang semua apa yang Ia kehendaki. karena sesungguhnya Ialah yang menjadikan semuanya ada dan menjadikan semua nya tidak ada. maka, ampuni saya atas segala dosa-dosa saya karena sesungguhnya Ia adalah Dzat yang maha mengampuni lagi maha penyayang.

ya Allah, ampuni dosa-dosa saya. jadikanlah saya menjadi orang-orang yang selalu diberkahi. jadikanlah hidup saya berguna untuk orang-orang yang saya sayangi, peliharalah lidah saya agar selalu berkata jujur, peliharalah perilaku, peliharalah hati saya agar selalu berfikir positive. masukanlah saya kedalam barisan orang-orang yang saleh, dan bukan barisan orang-orang yang dzalim.
ya Allah dzat yang maha indah, indahkanlah hidup orang-orang yang saya sayangi, ingatkanlah saya agar selalu menyebut indah namamu, wahai dzat yang Maha hebat.

Rabbana atina fiddunya khasanah wafilakhirati khasanah wakinaa adzaabannar.
Amin